QUANTUM TEACHING

A. Pengertian Quantum Teaching

Quantum Teaching adalah: Badan ilmu pengetahuan dan metodologi yang digunakan dalam rancangan, penyajian, dan fasilitasi SuperCamp.
SuperCamp adalah sebuah program percepatan belajar.
Quantum adalah: Interaksi yang mengubah energi menjadi cahaya. Quantum teaching adalah penggubahan berbagai macam interaksiyang ada di dalamdan di sekitar momen belajar.
Quantum Teaching mencakup petunjuk spesifik untuk menciptakan lingkungan belajar yang efektif, merancang kurikulum, menyampaikan isi, dan memudahkan proses belajar.
Interaksi ini mengubah kemampuan dan bakat alamiah siswa menjadi cahaya yang akan bermanfaat bagi mereka sendiri dan orang lain.

B. Asas Quantum Teaching

Bawalah Dunia Mereka ke Dunia Kita, dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka. Artinya kita membawa anak ke kondisi yang kita inginkan dan kita juga masuk ke dalam dunia anak. Disini menghendaki interaksi timbale balik antara guru dan siswa dan sebaliknya.

C. Prinsip-Prinsip Quantum Teaching

1) Segalanya Berbicara
Segalanya dari lingkungan kelas hingga bahasa tubuh kita, dari kertas yang kita bagikan serta rancangan pelajaran kita, semuanya mengirimkan pesan tentang belajar.
2) Segalanya Bertujuan
Semua yang terjadi dalam penggubahan mempunyai tujuan.
3) Pengalam Sebelum Pemberian Nama
Proses belajar paling baik ketika siswa telah mengalami informasi sebelum merekamemperoleh nama untuk apa yang mereka pelajari.
4) Akui Setiap Usaha
Belajar berarti melangkah keluar dari kenyamanan. Pada saat siswa mengambil langkah ini, mereka patut mendapat pengakuan atas kecakapan dan kepercayaan diri mereka.
5) Jika Layak Dipelajari, Maka Layak Pula Dirayakan
Perayaan memberikan umpan balik mengenai kemajuan dan meningkatkan asosiasi emosi positifdengan belajar.







D. Kerangka Rancangan Belajar Quantum Teaching ( TANDUR )
TANDUR > Tumbuhkan, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi, Rayakan.

1) Tumbuhkan
Penyertaan menciptakan jalinan dan kepemilikan bersama atau kemampuan saling memahami. Penyertaan akan memanfaatkan pengalaman mereka, mencari tanggapan dan mendapatkan komitmen untuk menjelajah.
Didalamnya terdapat pertanyaan “Apakah manfaatnya bagi mereka” (AMBAK).
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : pertanyaan, pantomime, lakon pendek dan lucu, video, cerita.

2) Alami
Unsure ini memberi pengalaman kepada siswa, dan memanfaatkan hasrat alami otak untuk menjelajah. Pengalaman membuat kita dapat mengajar melalui pintu belakang untuk memanfaatkan pengetahuan dan keingintahuan mereka.
Permainan atau kegiatan apa yang memanfaatkan pengetahuan yang sudah siswa miliki.?
Permainan dan kegiatan apa yang memfasilitasi kebutuhan untuk mengetahui siswa ?
Kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : jembatan keledai, permainan dan simulasi.

3) Namai
Penamaan memuaskan hasrat alami otak untuk memberikan identitas, mengurutkan, dan mendefenisikan. Penamaan dibangun di atas pengetahuan dan keingintahuan siswa saat itu. Penamaan adalah saatnya untuk mengajarkan konsep, keterampilan berikir, dan strategi belajar.
Srategi, kiat jitu, alat berpikir apa yang berguna untuk mereka ketahui atau gunakan ?
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : susunan gambar, warna, alat Bantu, kertas tulis dan poster di dinding.

4) Demonstrasikan
Memberi siswa peluang untuk menerjemahkan dan menerapkan pengetahuan siswa ke dalam pembelajaran yang lain, dan ke dalam kehidupan siswa.
Dengan cara apa siswa dapat memperagakan tingkat kecakapan mereka dengan pengetahuan yang baru ini ?
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : sandiwara, video, permainan, rap, lagu, penjabaran dalam grafik.

5) Ulangi
Pengulangan memperkuat koneksi saraf dan menumbuhkan rasa bahwa “aku tahu bahwa aku tahu ini !” Jadi, pengulangan harus dilakukan secara multimodalitas dan multikecerdasan.
Dengan cara apa setiap siswa mendapat kesempatan untuk mengulangi ?
Kesempatan bagi siswa untuk mengajarkan pengetahuan baru mereka kepada orang lain (kelas lain, kelompok umur yang berbeda, menirukan orang-orang terkenal seperti guru, ahli, tokoh)
Misalnya menirukan gaya kuis dengan anggota kelompok.

6) Rayakan
Perayaan memberi rasa rampung dengan menghormati usaha, ketekunan, dan kesuksesan. Sekali lagi, jika layak dipelajari, maka layak pula dirayakan!
Cara apa yang paling sesuai untuk merayakan?
Bagaimana kita dapat mengakui setiap siswa atas prestasi mereka?
Kegiatan ini dilaksanakan dengan menggunakan strategi berupa : pujian, bernyanyi bersama, pamer pada pengunjung, pesta kelas.




0 Responses

    About Me

    Followers